Alnect computer Blog Contest

Nonton TV Berlebih Picu Penyakit

Sabtu, 20 Juni 2009 · 0 komentar



JIKA biasanya Anda hanya membiarkan buah hati Anda menghabiskan waktu senggang dengan menonton TV, kini sebaiknya Anda mencari aktivitas lain yang lebih kreatif dan sehat. Pasalnya, kelebihan waktu menonton TV bisa memicu berbagai masalah kesehatan seperti kelebihan berat badan dan diabetes. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), anak usia 4 tahun ke bawah sebaiknya tidak usah menonton TV sama sekali. Dan, bagi anak usia di atasnya sebaiknya menonton TV kurang dari 10 jam per minggu (sekitar 1 1/2 jam per hari).



JIKA biasanya Anda hanya membiarkan buah hati Anda menghabiskan waktu senggang dengan menonton TV, kini sebaiknya Anda mencari aktivitas lain yang lebih kreatif dan sehat. Pasalnya, kelebihan waktu menonton TV bisa memicu berbagai masalah kesehatan seperti kelebihan berat badan dan diabetes. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), anak usia 4 tahun ke bawah sebaiknya tidak usah menonton TV sama sekali. Dan, bagi anak usia di atasnya sebaiknya menonton TV kurang dari 10 jam per minggu (sekitar 1 1/2 jam per hari).

Berikut beberapa dampak menonton TV berlebih terhadap kesehatan anak:

Kelebihan berat badan dan diabetes

Jumlah anak dan remaja yang kelebihan berat badan atau obesitas semakin bertambah. Berdasarkan catatan AAP, jumlah anak yang obesitas di Amerika berlipat ganda selama 20 tahun terakhir. Tidak hanya di Amerika, anak-anak di bawah usia 5 tahun dari semua kelompok etnik di dunia telah menunjukkan peningkatan angka obesitas secara signifikan.

Kelebihan berat badan ini, berdasarkan temuan beberapa studi, sangat berkaitan dengan menonton TV. TV akan mengurangi aktivitas fisik anak. Selain itu, iklan-iklan berbagai jenis makanan yang tayang di Tv mendorong anak mengkonsumsi makanan dengan kandungan lemak dan gula yang tinggi.

Jika Anda menempatkan TV sebagai tanda sayang di kamar anak Anda, ada baiknya memindahnya. TV di kamar anak dilaporkan sebagi prediktor kuat kelebihan berat badan, bahkan pada anak-anak yang masih duduk di preschool.

Faktor risiko dengan kelebihan berat badan

Berdasarkan data dari APP, seperti yang dikutip situs limitv, sekitar 85% anak-anak diabetes kelebihan berat badan. Hal ini menempatkan kelebihan berat badan sebagai faktor risiko kuat untuk penyakit kronis ini. Tidak hanya diabetes, pada anak yang kelebihan berat badan juga ditemukan masalah-masalah kesehatan lainnya seperti tekanan darah tinggi, masalah jantung, kolesterol tinggi, depresi, serta rendahnya rasa percaya diri.

Selain menghadapai berbagai masalah kesehatan tersebut, anak yang kelebihan berat badan akan cenderung tetap obesitas hingga dewasa. Para peneliti menemukan, kemungkinan obesitas pada masa anak-anak tetap bertahan hingga dewasa meningkat dari sekitar 20% pada anak usia 4 tahun hingga mencapai 80% pada anak remaja. Artinya, ada kesempatan sebesar 80% bahwa remaja yang obesitas akan tumbuh menjadi dewasa yang obesitas juga dan harus menghadapi dampak masalah kesehatan yang serius serta berkurangnya angka harapan hidup karena masalah-masalah kesehatan tersebut.

Karena alasan ini, sangat dianjurkan agar jumlah waktu menonton TV anak-anak usia preschool diminimalkan, untuk anak usia sekolah maksimal 1 1/2 jam per hari, serta dipadukan dengan diet sehat dan aktivitas fisik paling tidak 30 menit setiap harinya.

Attention Deficit Disorder (ADD), Attention Deficit Hyperactive Disorder (ADHD)

Di tahun 1970-an, peneliti Profesor Werner Halperin telah menyatakan kalau perubahan suara dan gambar yang cepat pada TV bisa membuat sistem saraf anak kewalahan dan memicu gangguan atensi yang akan muncul kemudian.

Pada tahun yang sama, Dr. Mathew Dumont dari Harvard Medical School menyatakan, perubahan gambar dan suara yang cepat di TV akan menstimulasi anak untuk meniru kebiasaan yang dinamis tersebut. Hal ini bisa menyebabkan gangguan perilaku yang dikenal dengan ADHD. Gangguan ini bisa diakibatkan oleh tingkah anak yang secara tidak sadar meniru gerak cepat pada program-progam TV.

Pada April 2004, hasil studi Dr. Dimitri Christakis beserta teman-temannya yang dipublikasikan di journal Pediatrics menunjukkan, menonton TV di usia awal (yang diteliti usia 1 dan 3) berkaitan erat dengan gangguan atensi (ADHD) di usia yang lebih tua (usia 7 tahun). Anak-anak usia 1 tahun yang diteliti menonton TV selama 2.2 jam per hari dan yang usia 3 tahun selama 3.6 jam per hari.

Christakis melaporkan, menonton TV sekitar 5 jam per hari di usia 1 tahun berkaitan dengan peningkatan risiko mengalami gangguan atensi sebesar 28% di usia 7 tahun. Anak usia 3 tahun yang menonton TV sekitar 5 jam per hari juga hampir mengalami peningkatan risiko gangguan atensi sebesar 28% di usia 7 tahun. Selain itu, setiap penambahan jam nonton selama 1 jam pada anak usia 1 dan 3 tahun, akan menambah risiko gangguan atensi sebesar 10 % di usia 7 tahun.

Kesehatan emosional

Iklan berbagai jenis produk di TV bisa mengganggu kesehatan emosi anak. Anak-anak akan merasa menjadi pecundang jika tidak mampu membeli produk-produk yang ditawarkan. Anak-anak masih rentan secara emosional dan pembuat iklan seringkali mengambil keuntungan dari hal tersebut. Selain bisa merusak kesehatan emosi anak, produk-produk yang ditawarkan pada anak seperti sereal bergula, permen, soda, serta berbagai snack lainnya bisa meningkatkan risiko obesitas dan diabetes pada anak.

Ketangkasan tangan

Dulu, sebelum anak-anak menghabiskan banyak waktu dengan TV, mereka biasanya bermain dengan melibatkan tangan. Mereka merangkai manik-manik, membentuk balok dengan martil kayu, serta menggambar dengan tangan, menggunakan gunting plastik dan lem untuk memotong dan memindahkan gambar, memegang mainan, bermain piano, serta berbagai aktivitas sejenis lainnya. Jenis aktivitas ini mengembangkan penggunaan tangan dan jari, ketangkasan gerak tangan mereka, serta meningkatkan koordinasi tangan dan mata.

Dengan segala aktivitas tersebut, maka anak biasanya bisa memegang pensil dengan benar dan membentuk huruf dengan tepat saat mulai belajar di sekolah. Tetapi, sekarang ada laporan dari guru bahwa anak-anak mulai mengalami kesulitan mengembangkan kemampuan menulis karena kurangnya ketangkasan tangan.
Sumber : mediaindonesia.com

Readmore »»

Manfaat Sehat Vitamin E

· 0 komentar



SAMA seperti vitamin lainnya, vitamin E sangat penting dalam mempertahankan kesehatan tubuh secara umum. Ada 8 bentuk vitamin E, tapi bentuk yang paling aktif di dalam tubuh adalah alpha-tocopherol. Ini merupakan jenis vitamin yang larut dalam lemak dan biasanya terdapat pada makanan yang mengandung lemak dalama batas takaran sehat. Karena itu, jika Anda menerapkan diet rendah lemak, maka Anda akan kesulitan mendapatkan vitamin E dan bisa dengan mudah kekurangan vitamin esensial ini. Untuk memastikan kalau asupan vitamin E Anda cukup, berikut beberapa fakta mengenai sumber dan dosis yang perlu Anda konsumsi.


Manfaat

Vitamin E pada dasarnya berperan sebagai pendukung antioksidan. Antioksidan berperan penting untuk membantu tubuh melawan kerusakan akibat radikal bebas. Setiap harinya, kita terpapar oleh berbagai radikal bebas, mulai dari polutan, asap rokok serta racun-racun lain yang seiring waktu akan membahayakan bagi kesehatan.

Antioksidan akan membantu melawan radikal bebas ini sehingga kita terbebas dari penyakit. Selain itu, antioksidan bisa membantu memerangi kanker dan penyakit kardiovaskular, 2 masalah kesehatan yang paling banyak diderita. Di samping itu, vitamin E membantu menyehatkan sistem kekebalan tubuh, serta membantu proses perbaikan DNA.

Makanan

Vitamin E sebagian besar terdapat pada kacang-kacangan, minyak dan sayuran hijau. Untuk membantu Anda menambah asupan vitamin E dari makanan, berikut daftar makanan yang mengandung vitamin E dan tentunya bisa Anda padukan dalam diet Anda sehari-hari:

* Minyak gandum
* Almond
* Biji bunga matahari
* Minyak bunga matahari
* Kacang tanah dan mentega kacang
* Minyak jagung
* Bayam
* Brokoli
* Minyak kedelai
* Kiwi
* Mangga

Dosis

Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal, pastikan Anda (yang berusia 14 ke atas) mendapatkan asupan 15 miligram atau 22.5 internasional unit (IU) per hari. Tapi, pastikan juga kalau asupan vitamin E Anda tidak lebih dari 1.000 miligram (1.500 IU) per hari. Hal ini untuk mencegah keracunan. Tapi, sebagian besar orang justru kesulitan memenuhi asupan vitamin E yang direkomendasikan. Jadi, kalau tidak menggunakan suplemen dalam dosis sangat besar, kemungkinan besar Anda tidak akan mencapai batas maksimum ini.

Vitamin E dan penyakit jantung

Beberapa peneliti meyakini kalau vitamin E berperan penting dalam mencegah perkembangan penyakit jantung. Vitamin E ini akan membatasi jumlah oksidasi kolesterol jahat LDL (low-density lipoprotein) dalam darah. Oksidasi menyebabkan penyumbatan arteri, sehingga memicu serangan jantung. Dengan menghambat proses ini, maka vitamin E juga berperan mencegah serangan jantung.

Berdasarkan hasil studi, seperti dikutip situs askmen, mereka yang mendapatkan asupan vitamin E yang optimal mengalami insiden penyakit jantung 30-40% lebih rendah dibandingkan mereka yang kekurangan vitamin E. Selain itu, asupan vitamin E cukup membantu mencegah pengentalan darah, yang juga turut menjadi pemicu serangan jantung.

Manfaat lain vitamin E

Konsumsi vitamin E juga sekalian akan memperbaiki konsumsi lemak Anda. Karena biasanya makanan yang mengandung vitamin E juga kaya akan lemak sehat, maka kualitas nutrisi yang Anda dapatkan akan semakin optimal. Untuk mendapatkan asupan vitamin E yang cukup, pastikan Anda memperbanyak jumlah makanan seperti almond, minyak bunga matahari serta sumber vitamin E lainnya ke dalam diet Anda.

Makanlah vitamin Anda

Pastikan Anda tidak meninggalkan vitamin E karena takut akan asupan lemak yang datang bersamaan dari sumber makanannya. Lemak, pada dasarnya penting bagi kesehatan. Dengan mengonsumsi makanan yang kaya vitamin E, Anda tidak hanya akan mendapatkan berbagai manfaat seperti yang telah disebutkan di atas tetapi makanan ini juga merupakan sumber energi yang tidak mempunyai dampak negatif terhadap kadar gula darah.

Sumber : mediaindonesia.com

Readmore »»

Cara Kerja Jantung

· 0 komentar


Sistm sirkulasi memiliki 3 komponen:
1. Jantung yang berfungsi sebagai pompa yang melakukan tekanan terhadap darah agar timbul gradien dan darah dapat mengalir ke seluruh tubuh
2. Pembuluh darah yang berfungsi sebagai saluran untuk mendistribusikan darah dari jantung ke semua bagian tubuh dan mengembalikannya kembali ke jantung
3. Darah yang berfungsi sebagai medium transportasi dimana darah akan membawa oksigen dan nutrisi


Darah berjalan melalui sistim sirkulasi ke dan dari jantung melalui 2 lengkung vaskuler (pembuluh darah) yang terpisah. Sirkulasi paru terdiri atas lengkung tertutup pembuluh darah yang mengangkut darah antara jantung dan paru. Sirkulasi sistemik terdiri atas pembuluh darah yang mengangkut darah antara jantung dan sistim organ.

Walaupun secara anatomis jantung adalah satu organ, sisi kanan dan kiri jantung berfungsi sebagai dua pompa yang terpisah. Jantung terbagi atas separuh kanan dan kiri serta memiliki empat ruang, bilik bagian atas dan bawah di kedua belahannya. Bilik bagian atas disebut dengan atrium yang menerima darah yang kembali ke jantung dan memindahkannya ke bilik bawah, yaitu ventrikel yang berfungsi memompa darah dari jantung.

Pembuluh yang mengembalikan darah dari jaringan ke atrium disebut dengan vena, dan pembuluh yang mengangkut darah menjauhi ventrikel dan menuju ke jaringan disebut dengan arteri. Kedua belahan jantung dipisahkan oleh septum atau sekat, yaitu suatu partisi otot kontinu yang mencegah percampuran darah dari kedua sisi jantung. Pemisahan ini sangat penting karena separuh jantung janan menerima dan memompa darah beroksigen rendah sedangkan sisi jantung sebelah kiri memompa darah beroksigen tinggi.

Perjalanan Darah dalam Sistim Sirkulasi
Jantung berfungsi sebagai pompa ganda. Darah yang kembali dari sirkulasi sistemik (dari seluruh tubuh) masuk ke atrium kanan melalui vena besar yang dikenal sebagai vena kava. Darah yang masuk ke atrium kanan berasal dari jaringan tubuh, telah diambil O2-nya dan ditambahi dengan CO2. Darah yang miskin akan oksigen tersebut mengalir dari atrium kanan melalui katup ke ventrikel kanan, yang memompanya keluar melalui arteri pulmonalis ke paru. Dengan demikian, sisi kanan jantung memompa darah yang miskin oksigen ke sirkulasi paru. Di dalam paru, darah akan kehilangan CO2-nya dan menyerap O2 segar sebelum dikembalikan ke atrium kiri melalui vena pulmonalis.

Darah kaya oksigen yang kembali ke atrium kiri ini kemudian mengalir ke dalam ventrikel kiri, bilik pompa yang memompa atau mendorong darah ke semus sistim tubuh kecuali paru. Jadi, sisi kiri jantung memompa darah yang kaya akan O2 ke dalam sirkulasi sistemik. Arteri besar yang membawa darah menjauhi ventrikel kiri adalah aorta. Aorta bercabang menjadi arteri besar dan mendarahi berbagai jaringan tubuh.

Sirkulasi sistemik memompa darah ke berbagai organ, yaitu ginjal, otot, otak, dan semuanya. Jadi darah yang keluar dari ventrikel kiri tersebar sehingga masing-masing bagian tubuh menerima darah segar. Darah arteri yang sama tidak mengalir dari jaringan ke jaringan. Jaringan akan mengambil O2 dari darah dan menggunakannya untuk menghasilkan energi. Dalam prosesnya, sel-sel jaringan akan membentuk CO2 sebagai produk buangan atau produk sisa yang ditambahkan ke dalam darah. Darah yang sekarang kekurangan O2 dan mengandung CO2 berlebih akan kembali ke sisi kanan jantung. Selesailah satu siklus dan terus menerus berulang siklus yang sama setiap saat.

Kedua sisi jantung akan memompa darah dalam jumlah yang sama. Volume darah yang beroksigen rendah yang dipompa ke paru oleh sisi jantung kanan memiliki volume yang sama dengan darah beroksigen tinggi yang dipompa ke jaringan oleh sisi kiri jantung.

Sirkulasi paru adalah sistim yang memiliki tekanan dan resistensi rendah, sedangkan sirkulasi sistemik adalah sistim yang memiliki tekanan dan resistensi yang tinggi. Oleh karena itu, walaupun sisi kiri dan kanan jantung memompa darah dalam jumlah yang sama, sisi kiri melakukan kerja yang lebih besar karena ia memompa volume darah yang sama ke dalam sistim dengan resistensi tinggi. Dengan demikian otot jantung di sisi kiri jauh lebih tebal daripada otot di sisi kanan sehingga sisi kiri adalah pompa yang lebih kuat.

Darah mengalir melalui jantung dalam satu arah tetap yaitu dari vena ke atrium ke ventrikel ke arteri. Adanya empat katup jantung satu arah memastikan darah mengalir satu arah. Katup jantung terletak sedemikian rupa sehingga mereke membuka dan menutup secara pasif karena perbedaan gradien tekanan. Gradien tekanan ke arah depan mendorong katup terbuka sedangkan gradien tekanan ke arah belakang mendorong katup menutup.

Dua katup jantung yaitu katup atrioventrikel (AV) terletak di antara atrim dan ventrikel kanan dan kiri. Katup AV kanan disebut dengan katup trikuspid karena memiliki tiga daun katup sedangkan katup AV kiri sering disebut dengan katup bikuspid atau katup mitral karena terdiri atas dua daun katup. Katup-katup ini mengijinkan darah mengalir dari atrium ke ventrikel selama pengisian ventrikel (ketika tekanan atrium lebih rendah dari tekanan ventrikel), namun secara alami mencegah aliran darah kembali dari ventrikel ke atrium ketika pengosongan ventrikel atau ventrikel sedang memompa.

Dua katup jantung lainnya yaitu katup aorta dan katup pulmonalis terletak pada sambungan dimana tempat arteri besar keluar dari ventrikel. Keduanya disebut dengan katup semilunaris karena terdiri dari tiga daun katup yang masing-masing mirip dengan kantung mirip bulan-separuh. Katup ini akan terbuka setiap kali tekanan di ventrikel kanan dan kiri melebihi tekanan di aorta dan arteri pulmonalis selama ventrikel berkontraksi dan mengosongkan isinya. Katup ini akan tertutup apabila ventrikel melemas dan tekanan ventrikel turun di bawah tekanan aorta dan arteri pulmonalis. Katup yang tertutup mencegah aliran balik dari arteri ke ventrikel.

Walaupun tidak terdapat katup antara atrium dan vena namun hal ini tidak menjadi masalah. Hal ini disebabkan oleh dua hal, yaitu karena tekanan atrium biasanya tidak jauh lebih besar dari tekanan vena serta tempat vena kava memasuki atrium biasanya tertekan selama atrium berkontraksi.

Proses Mekanis Siklus Jantung
Jantung secara berselang-seling berkontraksi untuk mengosongkan isi jantung dan berelaksasi untuk mengisi darah. Siklus jantung terdiri atas periode sistol (kontraksi dan pengosongan isi) dan diastol (relaksasi dan pengisian jantung). Atrium dan ventrikel mengalami siklus sistol dan diastol terpisah. Kontraksi terjadi akibat penyebaran eksitasi (mekanisme listrik jantung) ke seluruh jantung. Sedangkan relaksasi timbul setelah repolarisasi atau tahapan relaksasi otot jantung.

Kontraksi sel otot jantung untuk memompa darah dicetuskan oleh potensial aksi yang menyebar melalui membran-membran sel otot. Jantung berkontraksi atau berdenyut secara berirama akibat potensial aksi yang ditimbulkannya sendiri. Hal ini disebabkan karena jantung memiliki mekanisme aliran listrik yang dicetuskannya sendiri guna berkontraksi atau memompa dan berelaksasi.

Potensial aksi ini dicetuskan oleh nodus-nodus pacemaker yang terdapat di jantung dan dipengaruhi oleh beberapa jenis elektrolit seperti K+, Na+, dan Ca++. Gangguan terhadap kadar elektrolit tersebut di dalam tubuh dapat mengganggu mekanisme aliran listrik jantung.

Arus listrik yang dihasilkan oleh otot jantung menyebar ke jaringan di sekitar jantung dan dihantarkan melalui cairan-cairan tubuh. Sebagian kecil aktivitas listrik ini mencapai permukaan tubuh dan dapat dideteksi menggunakan alat khusus. Rekaman aliran listrik jantung disebut dengan elektrokardiogram atau EKG. EKG adalah rekaman mengenai aktivitas listrik di cairan tubuh yang dirangsang oleh aliran listrik jantung yang mencapai permukaan tubuh. Jadi EKG bukanlah rekaman langsung aktivitas listrik jantung yang sebenarnya.

Berbagai komponen pada rekaman EKG dapat dikorelasikan dengan berbagai proses spesifik di jantung. EKG dapat digunakan untuk mendiagnosis kecepatan denyut jantung yang abnormal, gangguan irama jantung, serta kerusakan otot jantung. Hal ini disebabkan karena aktivitas listrik akan memicu aktivitas mekanis sehingga kelainan pola listrik biasanya akan disertai dengan kelainan mekanis atau otot jantung sendiri.[]

Sumber : Sherwood L. fisiologi manusia : dari sel ke sistem. EGC. Jakarta. 2001

Readmore »»

Bad Breath? No, Thank You!

Jumat, 19 Juni 2009 · 0 komentar



Mau tau cara mencengah mau mulut?...
Ini dia 7 tips² nya:


1. Sikat gigi secara teratur minimal 2 kali sehari, pagi sesudah sarapan dan malam sebelum tidur dengan durasi minimal 2 menit.
2. Bersihkan lidah sampai bagian belakang, karena bakteri penyebab bau mulut bersembunyi jauh di sela-sela lidah.
3. Minum banyak air putih. Mulut kering adalah tempat ideal bagi bakteri untuk berkembang biak.
4. Mengunyah permen karet tanpa gula bila menggosok gigi setelah makan tidak memungkinkan.
5. Gunakan pasta gigi yang mengandung mouthwash seperti Pepsodent Center Fresh. Gel lapisan luarnya mengandung fluoride sebagai pencegah gigi berlubang, dan gel lapisan dalamnya mengandung mouthwash yang membantu melawan bakteri.
6. Cari tanda-tanda masalah lain dan konsultasikan dengan dokter.
7. Kunjungi dokter gigi tiap 6 bulan sekali untuk menjaga kondisi gigi anda

Readmore »»

Gizi Buruk karena Ibu Malas Menimbang?

· 0 komentar



Gizi buruk, terutama pada balita, masih menjadi masalah besar di Indonesia. Padahal, kondisi tersebut bisa dicegah antara lain dengan secara rutin membawa bayi ke posyandu untuk ditimbang.


"Walau teknologi kesehatan sudah maju, menimbang bayi dan balita setiap bulan adalah satu-satunya cara untuk memonitor apakah berat badan anak sudah sesuai dengan usianya. Dengan rutin menimbang, gangguan tumbuh kembang anak lebih mudah diketahui.

Namun, 25,5 persen bayi dan balita di Indonesia tidak pernah ditimbang. Alasannya, selain jarak ke Posyandu yang jauh, kurangnya pengetahuan ibu, juga faktor budaya dan kebiasaan. Akibatnya, masih banyak ditemui angka kejadian gizi buruk dan gizi kurang.

Data tahun 2008 menyebutkan, gizi buruk merupakan salah satu wabah yang paling mengancam kesehatan anak. Selain karena malas menimbang, kebiasaan merokok juga berdampak pada status gizi balita. Rokok masih menempati belanja rumah tangga kedua tertinggi, di bawah belanja beras, tetapi masih lebih besar dari belanja lauk pauk, pendidikan, dan kesehatan. "Padahal, biaya membeli sebatang rokok bisa dialihkan untuk membeli beberapa butir telur.

Oleh karna itu jgn malas menimbang bayi yah :).

Readmore »»
Internet Sehat
Kesehatan Kesehatan Kesehatan Kesehatan

Sponsor